Be A Good Leader Not A Boss

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Seseorang yg pernah menjadi ketua dr suatu organisasi dan dikatakan sukses, belum tentu bisa menjadi ketua yang sukses bagi organisasi lainnya. Tiap organisasi punya budaya dan iklim nya masing2..


Oleh karena itu, org trsbut seharusnya tdk boleh sombong dan merasa paling hebat ketika baru bergabung dengan organisasi lain. Apalagi kalau sampai mencap jelek, ketua di organisasi tersebut. Tiap orang punya gaya kepemimpinan, yang perlu disesuaikan dengan org2 yg dipimpin dan situasi tmpt ia memimpin.
Perkembangan dalam pembelajaran industri dan organisasi, tidak lagi hanya menekankan pada konsep leadership tetapi juga followership. Seorang pemimpin yang hebat tidak akan sukses jika org2 yg dipimpin tdk bisa bekerja sama dengan dirinya. Salah satu tugas seorang follower yang baik adalah harus bisa memberi kritik dan saran positif kepada leader untuk kemajuan organisasi.
Dengan demikian, saya pikir sebelum menjadi Leader yang baik, seseorang harus bisa menjadi Follower yang baik ^^






TEKANAN VS DORONGAN ??

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Jaman dulu selalu ada persyaratan SIAP BEKERJA DI BAWAH TEKANAN.. Tp anehnya, syarat itu masih ada di jaman sekarang.. Apakah seseorang semakin produktif ketika bekerja dalam kondisi tertekan? Jaman sekarang bekerja sangat rileks.. Perusahaan besar seperti Google, GoJek, Tokopedia, dll punya segala macam fasilitas yg memunculkan suasana rileks di kantornya.. Karena dengan suasana rileks, akan muncul ide kreatif dlm bekerja.. Setiap org akan mendorong dirinya utk lebih produktif. Bukan krn TEKANAN dari luar, tp krn DORONGAN dari dalam.. Lalu apa yg perlu dilakukan jika dalam kondisi tertekan? LeMasin aja.. Lemasin lho yaa.. Bukan lePasin.. 😆😂






Seringnya miss communication, hal ini bisa saja terjadi, itulah pentingnya suatu rencana kerja dalam setiap sub team untuk menghindari seperti video yang dilihat atau sebagai gambaran. Tetapi sayangnya banyak para manager yang tidak siap dengan rencana kerja mereka, pengambilan kebijakan dilakukan hanya berdasarkan situasi tertentu saja, hal inilah yang bisa menjadi adanya press & push, sebetulnya hal ini tidak perlu terjadi.

Kepastian Yang Ditunggu Para Jobseeker..

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Siang kemarin, mau meeting bersama rekan, hape bunyi. Pas diangkat, ternyata dari HR Perusahaan yang pernah Interview saya 2 bulan yang lalu. Beliau bilang "Selamat siang Mas Dhana, Saya May (Bukan Nama Asli) dari PT XXX, Selamat Anda dinyatakan (bla.. bla..bla..) Anda bisa bergabung mulai hari senin ke Perusahaan kita ya, salary sekian, nanti utk seminggu pertama kita.. (bla..bla..bla)" Saya ngga dikasih kesempatan ngomong, saya diemmin aja sampai dia selesai. Begitu selesai saya bilang "Maaf, terima kasih tawarannya Mbak, tapi saat ini saya sdh bekerja di perusahaan Y" gantian, dia yg diam. "Lho kok Mas Dhana ngga menginformasikan ke saya?" Tanyanya Saya yang bingung menjawab dg pertanyaan "Kenapa saya hrs informasi ke mbak?" Dia bilang "ya..kan kita sedang proses mas" Karena dikejar waktu, saya ngga mau basa-basi lagi jadi saya jawab "Mbak, ketika selesai saya proses apa pernah saya diinformasikan kapan kira2 perusahaan mbak mau memberi kabar? Apa perusahaan mbak bisa kasih kepastian kapan saya bisa bergabung? Saya mohon maaf kalau memang mbak dikejar target kandidat, tapi saya memilih di perusahaan ini saja. Lebih jelas" Eh telepon saya ditutup.. 😁
Note :
Ini pelajaran serupa bagi recruiter: abis interview LUPAKAN!... Kandidat dan recruiter juga punya positioning setara kok.

Kok saya malah berfikir bahwa beberapa orang justru terlihat mudah mempermainkan orang lain yang pada saat itu sedang butuh, seolah2 cuman ada satu pilihan. Giliran udah dapet, eh mereka yg nyesel. Ah lucunya hidup.....
Analogi remote tv aja.. dicari ngga ketemu, ngga dicari ada di depan mata 😁
Kepastian Yang Ditunggu Para Jobseeker..



#yasudah #kitaBELUMjodohmbak #nggausahkissbye

wkwkwk

RESIGN..Karena Beda Timeline

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Terminasi hubungan kerja itu aneka rupa. Wafat, lay-off, kontrak kedaluarsa, fraud, indisipliner. Take lesson learned. Move on.
Resign juga terminasi. Tengok ekspresinya:
“Gaji segini2, jungkir balik gak dihargai..” “Mentok karir, tahunan gini2 aja..” Tapi, ketika ajukan resign, ada counter-offer naik gaji, juga promosi ? Berarti bisa dong naik gaji dan promosi sekarang? Apa ekspresi main stream? "Basi, telat! Kusudah janji kelain hati." "Gak etis jilat ludah, hanya karena godaan sesaat" "Kenapa sih, naik gaji & promosi harus cara gak enak begini ?"
Berarti harus cari cara enak. Saya nanya2, apakah kalian terbuka dg bos? YA kalau soal kerjaan. TIDAK kalau utk aspirasi gaji, karir, promosi. Lho, hubungan kerja itu soal hak & kewajiban yg imbang. Ini jomplang. Ku endus talenta2 galau. Ajak lunch, tembak! Awalnya denial, lalu ngaku. Bos gak pernah nanya. Daripada bos dihajar surat resign, mendingan difasilitasi. Dicomblangi. Sejatinya timeline orang beda2. Karyawan dengan perusahaan juga. Beda timeline ttg naik gaji, promosi, dsb. Dialog digagas, beda timeline taruh di meja. Sangat bisa bikin solusi. Guys, hubungan kerja perlu dirawat BERDUA. Duluin aja. Gak usah nuntut bos. Menurutmu ide ini kontroversi?

                                      RESIGN..Karena Beda Timeline

RESIGN..Karena Beda Timeline

Esensi Karakter Yang Terabaikan Dalam Dunia Kerja

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


    Sebenarnya, yang sepanjang waktu membawa misi terpenting & hasil pendidikan itu adalah kita pribadi, bukan institusi pendidikannya. 

Apapun latarbelakang akademik & apapun nama besar institusi pendidikan yang pernah kita nikmati, masyarakat melihat KITA-nya terlebih dahulu. 

Jika kita banyak berbuat baik bagi masyarakat, fokus penghargaannya adalah pada orangnya terlebih dahulu. Jika kita brengsek pun, kutukan lingkungan langsung tertuju pada kita, bukan pada sekolah / kuliahan yang pernah kita jalani. 

Maka, kalo sejak awal kita udah menilai orang berdasarkan akademiknya terlebih dahulu, hasil penilaiannya akan bias, karena akan muncul ekspektasi tertentu yang justru gak relevan dengan karakter asli orang itu. 

"Loh, kamu kan sekolah di A, seharusnya kamu pinter dong..." 

"Loh, kamu kan kuliah di B, seharusnya kamu bisa kerja dong..." 

Inilah bias yang fatal di dunia kerja, bisnis dan korporasi; khususnya dalam hal rekrutmen... 

Hanya sekitar 5-10% saja bidang2 pekerjaan yang membutuhkan nama baik alma mater tertentu. Selebihnya, sangat bergantung dari karakter, reputasi, kompetensi dan etika kerja yang kita miliki. 

Selalu jagalah nama baik keluarga, alma mater, dan perusahaan tempat kita bekerja; melalui pemikiran, kata2, perbuatan dan sumbangsih terbaik kita pada masyarakat.

Esensi Karakter Yang Terabaikan Dalam Dunia Kerja

Esensi Karakter Yang Terabaikan Dalam Dunia Kerja



KEPALA KUCING ATAU EKOR MACAN ?

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


Kerja diperusahaan terkenal tentu bangga. Corporate brandingnya kuat. Iklannya di TV prime time. Calon mertua ikut lega. Sounds great. Reuni! Jamak, cerita ttg kerjaan. Studi banding dimulai. Bandingin sana sini, antara saya, kamu, dia. Srempet2 rumpi jabatan, benefit, fasilitas. Misal: Saya kerja di big company ngetop. Jabatan: Supervisor. Kamu : Manager, perusahaan medium, B2B. Klasifikasi supplier. Dapet mobil. Dia: Bawaan santai. Wirausaha. Serabutan! Owner rangkap sales, rangkap kasir. Mobil box, rumah tiga. Saya, kamu, dia: Siapa yg paling progresif? Ayo pilih. Ada yg nanya: “ Kalau disuruh milih jabatan gede di company kecil atau jabatan kecil di company gede, pilih mana ?” Hmm, ini soal jadi kepala kucing atau ekor macan. Hebatnya ciptaNya bernama manusia. Bisa berubah. Dari ekor macan, lalu kepala kucing, terus kepala macan. Eh, bisa juga kepala naga, sayap garuda, kepala elang. Jadi apapun dimanapun: enjoy, berprogress, jadi manfaat. Career planning penting. Ingat juga, tanganNya bisa menarikmu pas enjoy, dan ceplokin di antah berantah. Tetap Enjoy, Progress, Bermanfaat! Baper OK, bentar aja. Dimanapun, tempat belajar. Berarti ada ujian. Lulus yuk. BTW, kamu kepala atau ekor apa? Enjoy, progress, jadi manfaat gak?



#insanikhtiar

Haruskah Menunggu ?? Stay / Left ??

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


Melihat tawamuMendengar senandungmuTerlihat jelas dimatakuWarna - warna indahmu.. 

Menatap langkahmuMeratapi kisah hidupmuTerlukis jelas bahwa hatimuAnugerah terindah yang pernah kumiliki..
Pernah dengar lirik lagu diatas ? "Anugerah terindah yang pernah kumiliki" judulnya.. sering kali saya mendengar lagu ini, bukan karena lagi galau / seneng.. tapi emang liriknya bagus dan bermakna..

Pos ketiga di blog ini, maaf.. kalo pos ini memang ga penting untuk dibaca, karena saya hanya menulis apa yang saya ingin tulis.

Tulisan yang terinspirasi dari seseorang yang menunggu cintanya, meski waktu terus berjalan. seberapa kah kamu sering mendengar, cinta yang harus ditunggu? yang kadang harus merelakan, menyia-nyiakan sesuatu yang ada, karena menunggu seseorang? 

Cinta memang tidak harus ditunggu, tetapi harus di jemput, untuk kita rasakan dalam hidup, tetapi beberapa orang, dan berbagai kasus cinta yang ada, tidak jarang, orang tetap menunggu cintanya, walaupun ditahu, seseorangnya sudah menjadi milik orang lain, ada juga yang tidak pernah menjemput nya, ada juga mengalami dilema dimana hari esok itu tidak akan pernah datang, tetapi mereka tetap menunggu. untuk itu, maka marilah kita kupas tuntas, dan melihat dari dalam, mengapa ada saja orang yang rela menunggu cintanya, meski cintanya tidak punya harapan. 

sumber: (bukan dari pengalaman pribadi, tetapi dari berbagai kehidupan seseorang masih terus menunggu cintanya) yang kisah tulusnya menjadi inspirasi dan diperbolehkan untuk dibagi.

Haruskah Menunggu ?? Stay / Left ??



Disisi Lain Ada Orang Yang Bisa Berbahagia, Tetapi Disisi Lain Orang Masih Menunggu Cintanya?

Didunia ini, karena watak, yang dihasilkan dari pengalaman kita, sehari perhari, itulah yang membentuk citra kita, dan kenapa manusia itu berbeda2, meskipun kita juga sama, yaitu manusia? seseorang bertanya-tanya kepada temannya yang masih terus menunggu cintanya? bahkan orang itu juga pernah juga bertanya kepadanya, kenapa anda begitu sabar? dan kebanyakan menjawab dari orang-orang yang ditanya adalah:, “saya yakin suatu saat dia adalah milik saya” oh…betapa tulusnya cintanya, tetapi di era jaman yang seperti ini, dimana orang seringkali tidak melihat sesuatu didepan matanya, apalagi rela menunggu cintanya. mungkin bagi orang itu, untuk apa toh susah, lebih baik yang sudah ada saja toh, menikah bahagia dan melanjutkan hidup, tanpa memikirkan cinta sejatinya sedang menunggu dan berkorban untuknya. Perkembangan jaman seperti sekarang menganggap “menunggu jodoh” sudah ketinggalan jaman, cowok dan cewek bisa didapat dari mana saja, Facebook, Twitter, Myspace, bahkan BBM (Blackberry Mesenger) tinggal ketemuan, apalagi bisa mengirimkan foto, update status, setiap harinya, bahkan setiap waktunya, tanpa harus memakai surat cinta di era ....

Jaman instan ini seringkali melahirkan cinta yang tidak tulus, dan di usia 40 tahun akan bercerai, kebanyakan begitu (bukan melihat dari infotainment saja) artis cerai, karena orang menganggap, bisa saja dijaman sekarang semuanya serba mudah. pemerintah meluruskan produk terbaru dan membuat orang ingin cepat memilikinya, bahkan dengan cara instan sekalipun. wajar-wajar saja, bila orang tidak tulus terhadap cintanya, asal dia bisa mencukupi, tidak ada masalah (ada juga seperti itu), nah masalahnya kenapa para “penunggu cinta” masih tetap menunggu, ini dia rahasianya:

Orang itu bisa membuat dia bahagia walaupun tanpa harta
Bisa membuat dia lebih hidup meski, banyak, atau lebih yang seperti dia
Sifat diri pribadi yang rela menunggu
Rela dicibir dan disindir didepan atau belakangnya
Tidak ada pilihan lain, meski hidup bersama dengan pilihan lain itu
Tidak bisa berharga tanpanya
Rela mati demi yang disayangi
Dll
Sebenarnya masih banyak lainnya, yang tidak bisa dijelaskan kata-kata, lagi pula tipe para “Penunggu” didunia ini ada 2, yang pertama merelakan dirinya tanpa cinta dan yang kedua hidup dengan cinta, bersama orang lain, tetapi dia terus menunggu.

Rina contohnya (bukan nama asli) wanita paruh baya, yang harus menunggu cintanya, 8 tahun dan itupun menunggu hampir 7 bulan lagi untuk bersama (tidak menyebutkan identitas), saat ini dia berhasil menjemput cintanya, 8 tahun itu bukan waktu yang sebentar, tetapi lama sekali, bagai ribuan tahun dimana hati dia yang terus menunggu. meski berbagai kali berhubungan cinta dari seseorang, yang berganti pasangan, 3x dalam 8 tahun. tetapi hati terus menunggu. saat sang lelaki dengan gonjang-ganjingnya dengan istri pertamanya, dan cerai, rina mulai memasuki hidupnya. cinta yang dari masa SMA mulai tumbuh, tidak bisa terbendung kepernikahan dengan masa hampir 7 bulan dari masa perceraiannya. ya itulah contoh ke dua dari para penunggu. memang manusia kadang tidak bisa memilih cintanya sesuai dengan apa yang kita mau, semua sudah diatur (menurut kepercayaan orang) tetapi ada juga yang mengalami kegagalan tidak bisa menjemput cintanya bahkan sampai ajal menjemput, tidak bahagia dengan rumah tangganya sekarang, karena menyesal tidak bisa hidup dengan lelaki/wanita yang di cintainya dan ada juga yang bahagia, tetapi hati kecilnya selalu meronta bila teringat kekasih yang diinginkannya. meskipun itu gagal tidak bisa menjemput kekasih idamannya, bukan berarti itu adalah kegagalan dalam hidup, itu salah. kadang cinta tidak harus memiliki. nah berikutnya cara mengatasi dari rasa menunggu yang terlalu dalam…apa masih bisa di atasi? oh tentu saja bisa, jikalau hal itu berat dan sangat sulit seorang bisa kembali normal, dan hidup dengan kebahagiannya, walaupun tanpa cinta yang diinginkan.

Dari Penunggu Menjadi Penerima

Seperti dalam lirik lagu Raisa:

Sekarang aku tersadar
Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kamu tak cinta lagi

Dalam mengatasi dan merelakan sifat menunggu seseorang dari waktu yang panjang ada 2 cara, yaitu dengan cara Mendalami dan Empati, yang keduanya di rasa berat untuk digunakan oleh para “Penunggu”

Mendalami

Seperti kata-kata orang: “Mungkin Bukan Jodoh”, “Sudah Jalannya”, “Kaya Gak Ada Orang Lain Aja”,dll yang bisa dibilang orang-orang dahulu berkata, memang ada benarnya toh. contohnya: Mungkin Bukan Jodoh. so cobalah selami perkataan itu: Mungkin Bukan Jodoh……apa yang anda dapat???????????????

Jodoh anda bukan dia, that it’s itu kan? atau dibalik itu ada yang lebih baik 2x atau 100x lipat dari orang yang anda cintai. coba renungkanlah, kenapa anda tidak bisa mendapatkan dia? dan instropeksi lebih masuk kedalam dan temukanlah penyebabnya. 

Apa dia bisa berbahagia dengan anda nantinya?

Dalamilah ini: anda memang bukanlah orang tidak bisa membahagiakan dia, tetapi anda harus ingat, dia adalah manusia seperti anda, yang juga bisa memilih. ketika 2 orang insani dihadapkan kepada sesuatu yang membuat mereka tidak bisa bersatu, atau dimana situasi kenapa tidak langsung menyatakan cintanya? biasanya salah satunya pasti akan beralih kepada seseorang yang tegas, karena ini adalah hidup, bukan main-main, seseorang akan menua, dan seseorang tidak akan muda lagi. sampai kapan kah itu terjadi, kalau anda tidak bisa mewujudkan itu? disaat anda bersama biasanya ketidaktegasan itu akan memicu keharmonisan, canggung, dan bisa saja anda dicap jelek, karena sifat anda yang menjengkelkan. hidup ditengah dendam dan pengkhianatan, apakah anda mau hidup seperti itu? 

Sakit hati yang terlalu dalam biasanya menyebabkan benci 

Dalamilah ini juga: 

     Saat ini Anda terus menunggu, karena sebab dari anda sendiri kan? mungkin sifat pemalu, tidak jujur, tidak langsung, kalau tidak anda sudah bisa bersatu kan? atau sebab dari diri orang yang dicintai anda, misalnya: menjauh, memilih orang lain dibanding anda, meninggalkan disaat cinta sedang tumbuh,dll. so jadi kesimpulannya adalah sama-sama sakit hati. bisa saja orang yang anda cintai masih dendam dalam hati (walaupun anda tidak tahu) yang ujung-ujungnya perselingkuhan, diputuskan begitu saja, tidak peduli (mungkin) nanti terhadap anak anda. atau yang parahnya, dendam dihati karena dahulu tidak bisa mendapatkannya, anda sendiri yang memulai balas dendam. anda berpikir cewek/cowok itu dahulu meninggalkan anda, sekarang saat nya membalas? dan walaupun tidak ada dendam terlalu dalam, tetapi ada saja rasa ingin membalas. hal itu wajar sekali, kok. so itulah kehidupan yang anda mau ?

  • Sifat anda yang memang tidak cocok dengan dia
  • Untuk Menafkai dia
  • Dari cara masuk kepergaulan hidup anda, keluarga, saudara anda


Coba dalami lagi ketiga contoh pertanyaan itu? dan tanya kepada hati anda yang paling dalam, apakah saya bisa bersama dengan nya nanti, ketidakcocokan dan faktor psikiologi yang menghambat anda bersatu, serta hal yang tidak masuk akal lainnya. yang pasti semua ini adalah pemaksaan, ya…….cinta dengan paksaan, tidak bisa berlangsung lama. pikirkanlah lebih dalam dengan pertanyaan-pertanyaan anda tentang masa depan kamu dan dia, ketika dimasa mendatang anda bersama, renungkan lagi sifat, sikap kamu yang membuat anda tidak berhasil mendapatkannya? kesemuanya berpulang kepada pemikiran anda.

Last..

“Jika Anda tidak mendapatkan apa yang Anda inginkan, Anda menderita, jika Anda mendapatkan apa yang Anda tidak ingin, Anda menderita, bahkan ketika Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan, Anda masih menderita karena Anda tidak bisa berpegang pada itu selamanya. Pikiran Anda adalah situasi Anda. Ia ingin bebas dari perubahan. Bebas dari rasa sakit, bebas dari kewajiban hidup dan mati. Namun perubahan hukum dan tidak ada banyaknya berpura-pura akan mengubah realitas “.

So apapun itu, itu adalah sebuah cerita dari kehidupan, suatu saat kita akan dikubur, cerita cinta kita tewas terbawa mati. so sebelum itu terjadi, bila anda masih seorang penunggu, bebaskanlah diri anda, karena anda berhak untuk beberbahagia, seperti layaknya jodoh anda yang juga sudah berbahagia. satu hal jawaban dari para si peninggal cinta, yang menyebabkan orang menjadi penunggu adalah, jawaban yang sering keluar dari ucapan jujurnya adalah: “saya pun tidak mau anda seperti itu (untuk para penunggu)” so dia pun ingin anda bahagia, jangan sampai anda terpuruk olehnya, karena itu akan menambah kesedihan dia. so railah masa depan anda, kalau anda sudah tidak punya pilihan lagi, kata: Remis itu adalah pilihan yang cocok (tidak ada kalah maupun menang) istilah dalam catur. semuanya bahagia, semuanya punya kehidupan, so kenapa anda masih bersedih sekarang….so kalau dia tidak mau anda terus menunggu? kenapa anda terus menunggu? itulah intinya dari permasalahan ini.

Oke deh friend dan bro, sekian post dari judul " Haruskah Menunggu ?? Stay / Left ?? "ini, yang semoga bisa menjadi sebuah contoh dari seseorang yang rela tidak bisa melepaskan dirinya dari belenggu menunggu. apapun itu, anda layak berbahagia, kalau takdir sudah berkehendak tidak bisalah di cabut lagi…sekian.